Pendidikan Teknik Penerbangan dan Industri Dirgantara di Indonesia

13 Mei 2010 1 komentar

Interview dengan Prof. Oetarjo Diran, vi.

Prolog

Bambang Irawan Soemarwoto: Kebetulan menemukan buku International Cooperation between Politics and Practice yang ditulis Mei Li Vos (2001). Dalam buku itu ada bagian yang berjudul ‘Indonesian – Dutch Cooperation in the Aerospace Industry’ yang isinya:

“… about a long standing cooperation (1979-1999) in aerospace industry between Indonesia and the Netherlands. The initial objective of the first part of the program, the TTA-79 project, was to design, construct and operate the Indonesian Low Speed Wind tunnel (ILST) at the national research centre in Serpong, south-west of Jakarta. Also, included in the project’s objectives were human resource development and support for the department of mechanical engineering at the Institute of Technology in Bandung (ITB). In the course of years the cooperation in aerospace industry underwent changes and focus …”

Bagian yang hanya 15 halaman ini diakhir dengan paragraf menarik:

A close friend of president Habibie is sombre about past endeavours and what it has led to in 1999. Looking back on the decision to build an Indonesian aerospace industry, he summarized the problem:

“In hindsight it may have been wrong. We got help from everybody … They knew that we could not compete anyway. They said you can do it and so we did it. Habibie thought that we had a critical mass of professional people to build up an industry … But it was absurd, far from the Indonesian reality. We did not know at the time. We thought we had the money, everybody said we had to do it … We forgot the time factor and culture factor. It needs time, we cannot do it in ten years. We are very slow, the organizing knowledge and experience is very low. I am not going to blame the Dutch, but we have never had the mandate to think.”

(interview with Prof. Oetarjo Diran, 3 February 1999)

Baca selanjutnya…

Kategori:- Pendiri

Seorang Profesor yang Berjiwa Guru

11 Mei 2010 1 komentar

Oleh Said D. Jenie *)

Pertama kali saya berkenalan dengan Pak Habibie pada akhir tahun 1973, saat itu saya baru dua bulan lulus sebagai sarjana Teknik Penerbangan ITB. Saya menjemput kedatangan beliau bersama rombongan MBB di Lanud Husein Sastranegara Bandung, bersama rekan saya sesama asisten dosen yaitu Ir. Eddi Susilo dan Ir. Hari Laksono, serta ketua Subjurusan Teknik Penerbangan Ir. Oetarjo Diran dan dekan departemen mesin elektro Prof. Iskandar Alisyahbana.

Baca selanjutnya…

Kategori:Uncategorized

Ichsan Setya Putra

11 Mei 2010 6 komentar

Teman-teman alumni PN ysh., Saya ingin menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya atas apresiasi dan ucapan selamat atas kesempatan saya memberikan Pidato Ilmiah Guru Besar tanggal 1 Mei 2010 yl. Tentunya apa yang telah saya capai merupakan sinergi dari upaya banyak rekan dosen, dan juga mahasiswa PN (sekarang sudah menjadi alumni). Ijinkanlah sedikit bercerita tentang perjalanan hidup saya di ITB dan sedikit di IPTN dalam rentang waktu 1977-2010, didahului dengan pengantar sampai saya masuk PN. Baca selanjutnya…

Kategori:Uncategorized

Hari Ini Adalah Hasil Dari Masa Lalu, dan Masa Depan Adalah Wujud Mimpi Saat Ini

Kisah Hidup EMIRZAL ANDIS

Assalaamu alaikum Wa rahmatullah Wa barakatuh. Selamat pagi rekan2 sekalian, mohon perkenankan saya menceritakan perjalanan hidup saya dari masa kecil sampai saat ini. Dalam hidup saya punya beberapa filosofi, baik dari sisi religi maupun dari sisi non religi yang sejauh ini saya pegang teguh karena berkali-kali membawa keberhasilan secara non formal maupun formal, yang saya aplikasikan dalam kehidupan pribadi maupun saya sebagai karyawan. Namun saya sangat sadar bahwa saya hanyalah setitik air ditengah lautan orang-orang yang pandai dan berhasil. Baiklah saya mulai dari masa kecil saya ya… Baca selanjutnya…

Kategori:1990 - 1999

Insinyur Teknik Penerbangan yang Nulis Novel

30 November 2009 Tinggalkan komentar

Teknik Penerbangan Kelompok Bidang Keahlian Kesusasteraan

Andi Eriawan dilahirkan di Rangkasbitung, 06 Oktober 1979 dan menyelesaikan studinya sejak tanam kanak-kanak di Kota Bandung. Selain berprofesi sebagai penulis, sarjana Teknik Penerbangan ITB ini masih aktif melakoni hobinya sebagai Load Engineer di sebuah BUMN.

Baca selanjutnya…

Kategori:1990 - 1999

“Membela Teman, Membela Demokrasi”

30 November 2009 Tinggalkan komentar

Kisah Perjalanan Sri Bintang Pamungkas
BANYAK orang mengira, Sri Bintang Pamungkas adalah anak terakhir. Kata Jawa “pamungkas” berarti “yang mengakhiri.” Ternyata bukan itu maksudnya. Yang dimaksudkan sebagai yang terakhir adalah perang kemerdekaan melawan Belanda. Jelasnya, lahirnya bayi yang kemudian dinamakan Bintang itu “diharapkan menandai perang yang terakhir yang terjadi di Indonesia, sehingga penjajahan selesai,” tutur si empunya nama.

Baca selanjutnya…

Kategori:1960 - 1969

Kisah Perjalanan Seorang Freddy Franciscus

30 November 2009 2 komentar

Saya dilahirkan tahun 1960 di pedalaman Kalimantan Timur, tepatnya di Tanjung Redeb Kabupaten Berau. Saya anak bungsu dari 7 bersaudara, almarhum ayah dan ibu saya mengelola warisan perkebunan kelapa seluas 40 ha di pulau Maratua yang masih kami kelola sampai saat ini.
Baca selanjutnya…

Kategori:1980 - 1989