Beranda > 1990 - 1999 > Hari Ini Adalah Hasil Dari Masa Lalu, dan Masa Depan Adalah Wujud Mimpi Saat Ini

Hari Ini Adalah Hasil Dari Masa Lalu, dan Masa Depan Adalah Wujud Mimpi Saat Ini

Kisah Hidup EMIRZAL ANDIS

Assalaamu alaikum Wa rahmatullah Wa barakatuh. Selamat pagi rekan2 sekalian, mohon perkenankan saya menceritakan perjalanan hidup saya dari masa kecil sampai saat ini. Dalam hidup saya punya beberapa filosofi, baik dari sisi religi maupun dari sisi non religi yang sejauh ini saya pegang teguh karena berkali-kali membawa keberhasilan secara non formal maupun formal, yang saya aplikasikan dalam kehidupan pribadi maupun saya sebagai karyawan. Namun saya sangat sadar bahwa saya hanyalah setitik air ditengah lautan orang-orang yang pandai dan berhasil. Baiklah saya mulai dari masa kecil saya ya…

Masa Kecil

Saya lahir di Kota Jember, 20 Agustus 197xx (xxx ya.Hehe..), 6 bersaudara laki semua. Masing2 saudara memiliki hobi yang berbeda, namun hanya satu yang benar2 sama. yaitu suka mandi di sungai bedadung di belakang rumah..hehe. Bapak bertugas sebagai guru dan Ibu di rumah mengurus 6 anak laki2 yang nakal2. Selain guru, bapak sempat jadi anggota DPRD dan juga salah satu pengurus organisasi muslim di daerah jember dan sekitarnya. Lingkungan keluarga membentuk saya , dimana saya bisa bebas membaca buku2 bapak saya mengenai agama, tentang sosial, tentang ilmu pengetahuan, kecerdasan emosi, dsb. Salah satu buku yang sampai sekarang terus mempengaruhi saya adalah yang berjudul “How to Win Friends”, karangan Dale Carnagie. Saat itu bapak saya yang menyuruh saya untuk membaca buku tsb.. sampai sekarang. Dan ternyata buku tersebut berkontribusi dalam membentuk sikap untuk bersosialisasi dengan siapapaun

Sekolah pertama adalah di Tk di Aisyiyah, dan setiap 17 agustusan selalu ikutan lomba.. terutama lomba lari dan makan kerupuk. Hehe lumayan pernah juara lari se kampung J. Dan beberapa kali juga dapat juara lomba menggambar dengan tema yang bersifat teknis seperti gambar pesawat, kapal laut tank, maupun bangunan. Saat SD kelas 1-2 saya juga sering mengajak adik saya untuk bikin mobil2an dari kayu. Design dimulai dari penggambaran bentuk mobilnya kemudian mencari kayu dan triplex. Namun pada saat kerangka sudah dibuat dari kayu2 sederhana… tinggal satu yang saat itu saya tidak bisa buat : yakni bagaimana mekanisme stir bisa menggerakkan ban depan J. Akhirnya design tinggal lah design belaka tanpa ada investor yang datang mengajak kerjasama J. Pernah juga bikin layang2 yang “anti hujan” (pake kantong plastik) sehingga kalau hujan masih tetap bisa main layang2…hehe. Kalau hujan, layang2 saya biarkan saja terbang.. sampai akhirnya nyangkut sendiri di pohon atau di listrik J.

Kemudian setelah “Lulus” dari Tk kemudian dilanjutkan ke SD Jember Lor, yang terletak beberapa ratus meter di dekat rumah yang terletak di daerah RS Paru-paru Jember. Sampai kelas 2 kami pindah ke Tegal Gede (daerah kampus UNEJ). Rumah tinggal yag baru ini dekat dengan SMA Muhammadiyah, dimana setiap saya pulang sekolah selalu melewatinya dan nampaklah salah satu aktivitas ekstrakulikuler yang saat itusangat menarik minat saya : PencakSilat.

Setelah beberapa kali mengamati dari jauh, akhirnya saya tertarik untuk melihat lebih dekat. Dan ternyata kebetulan bapak saya kenal dengan pelatih silatnya, yang akhirnya semua saudara saya diikutkan pencak silat. Hmm… dengan baju merah menyala plus strip kuningnya, rasanya bangga sekali saat menggunakan baju seragam pencak silat tersebut. Kami satu saudara beberapa tahun ikutan sampai akhirnya tinggal saya yang bertahan.

Impian PERTAMA : Juara Nasional Pencak Silat!

Pada saat kelas5 SD saya sudah berkenalan dan berinteraksi langsung dengan para juara2 Pencak Silat kelas dunia. Sampai saat inipun, Jember terkenal sebagai gudang juara2 pencak silat kelas dunia, dan saat itu senior2 saya adalah juara2 pencak silat : Juara Dunia 2-3x, juara Sea Games, Juara Asian Games, PON, kejuaraan antar perguruan IPSI, dsb. Kondisi itu memotivasi saya untuk memiliki prestasi yang sama, sehingga pada suatu hari saya menguatkan hati : SAYA INGIN JUARA NASIONAL! Lalu saya berkata : “Saya ingin suatu saat anak2 saya tahu bahwa bapaknya adalah seorang Juara Nasiaonali!”

Ya, SAYA INGIN JUARA NASIONAL, dan saya yakin ada caranya..karena yang bisa juara bukan hanya orang2 itu saja melainkan banyak orang! Saat itu saya tidak ingin JUARA DUNIA, karena saya menyadari bahwa dengan postur tubuh saya yang tidak ideal sebagai atlet (tulang saya besar sehingga berat badan saya berat yang alkhirnya menyebabkan saya naik kelas dan melawan atlit2 dari perguruan lain yang lebih tinggi daripada saya). Kemudian terbersitlah pertanyaan yang melintas dalam diri saya : BISA GAK YA? Nah disinilah menurut saya emosional kita sangat memainkan peranan sangat penting (yang saat ini orang biasa menyebutnya sebagai “KECERDASAN EMOSI”), bahwa kita harus bisa memotivasi diri dan mendevelop diri kita sebaik mungkin. Disinilah juga IQ kita memainkan peranan penting untuk selalu menambah teknik beladiri sebanyak mungkin dan selalu mau belajar, belajar menganalisa SWOT diri sendiri, lawan dan medan perang. Dan yang terakhir, SQ kita lah yang ternyata sangat berperan besar membawa saja untuk juara NASIONAL.

Banyak filosofi dalam hidup yang saya terapkan, namun yang paling banyek mempengaruhi tindakan dan pikiran saya sampai detik ini adalah salah satu filosofi yang saya sebut dengan “SEGITIGA KECERDASAN” : SQ, EQ dan IQ. Klasifikasi Ketiga kecerdasan ini ternyata ramai dibicarakan beberapa tahun belakangan, namun secara tidak sadar ternyata sejak kecil saya sudah mengaplikasikannya..

SQ : Bisa Gak saya juara nasional ya? Pertanyaan itu terus muncul dalam benak saya. Namun saya bersyukur saya berada di lingkungan keluarga yang cukup taat beribadahat (kalau Bapak Ibu dijamin sangat taat beribadah, tapi anak2nya yang nakal mungkin kurang waktu itu.. sehingga kalau di average = “cukup taat” beribadah..hehe. Ada beberapa ayat atau hadis yang selalu saya jadikan pegangan sampai sekarang: 1) “Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu bangsa, jika bangsa tersebut tidak berusaha mengubahnya”…. Ayat ini benar2 membuat saya yakin bahwa saya bisa mengubah nasib saya jika saya berusaha mengubahnya. Lalu, ada pertanyaan yg terbersit dalam benak saya, usaha yang bagaimanakah? Ternyata ada suatu hadis yang berbunyi : 2). “Barangsiapa bersungguh-sungguh, PASTI BERHASIL”.

PASTI BERHASIL!….kata2 ini benar2 mengarahkan keyakinan saya bahwa saya pasti bisa menjadi Juara Nasional, asalkan BERSUNGUH-SUNGGUH. Kemudian terbersit lagi pertanyaan dalam hati : Apanya yang sungguh2? Kemudian teringatlah ayat yang berbunyi : 3) ” Tuhan akan mengangkat derajat orang yang BERILMU dan BERIMAN”. Maka komplitlah keyakinan saya bahwa saya bakan bisa menjadi JUARA NASIONAL!

Pada saat kelas 6 SD saya mulai berlatih secara teratur dan disiplin agar cita2 Sebagai Juara Nasional tercapai.. Saya punya prinsip : Kalau ingin juara nasional, maka saya harus berpikir dan bertindak seperti juara nasional. Saya berusaha dan beribadah sebaik2nya dan keduanya harus seimbang. Saya teringat definisi 3 dimensi yang terbentuk dari sumbu x, y, dan z. Sumbu x dan y adalah ruang dan z adalah waktu. Dalam pelajaran fisika waktu SMA, dikatakan bahwa kalau peluru ditembakkan 45 derajat maka akan memiliki jarak terjauh lontarannya. Nah sama halnya dengan segitiga kecerdasan, saya menganalogikan bidang ruang adalah terbentuk dari sumbu IQ dan EQ (ini yang disebut usaha), dan jika keduanya seimbang maka akan bagus hasilnya bagi seseorang. Dan sumbu z adalah SQ yang berhubungan dengan Tuhan (Do’a) sehingga kalau digabungkan menjadi “keseimbangan antara usaha dan do’a)

Tidak ada rasa malas yang masuk dalam diri saya, karena saya tahu bahwa saya harus melakukan segalanya dengan sungguh2… USAHA DAN DO’A harus maksimal!…hingga tibalah kejuaraan pencak silat, yang pertama kalinnya saya ikut serta.

Pertandingan pencak silat yang pertama kali, ternyata membuat saya belajar sesuatu. Saya kalah pada babak ke-2 (dari 6 Babak). Saat itu saya mengevaluasi kenapa saya kalah… ternyata MENTAL saya masih bukanlah mental juara, karena saya takut pada saat berhadapan dengan lawan saya tsb. Disinilah peran serta EQ nampak sekali, bahwa kita tidak boleh takut untuk melakukan sesuatu. Selama kita sudah melakukan USAHA dan DO’A secara maksimal, maka berikutnya kita harus menyerahkan hasilnya pada Tuhan. Disinilah juga pentingnya motivasi diri agar kita selalu terus bangkit dari kegagalan. Ibarat ada bunga di dua pot yang berbeda, satunya saya siram secara teratur sedangkan satunya tidak… maka tentunya yang bagus adalah bunga yang disiram secara teratur. Artinya adalah segala sesuatu yang dilakukan dengan benar dan sungguh2 maka akan membawa hasil, cepat atau lambat.

Pertandingan berikutnya dilaksanakan pada saat saya mulai masuk di kelas 1 SMP. Namun saat itu Kondisi mental, fisik, teknik dan spiritual saya jauh lebih baik. Sehingga pada rentang waktu kelas 1 SMP sampai menjelang masuk SMA, Alhamdulillah saya sudah bisa JUARA NASIONAL (1991), JUARA JAWA TIMUR 2X (1990), JUARA KABUPATEN 3X (1989, 1990, 1993)) DAN ternyata saya terpilih sebagai PESILAT TERBAIK di level JAWA TIMUR 1x (1990) dan Level Kabupaten 3x (1989, 1990, 1993). Adapun kriteria PESILAT TERBAIK dipilih dari yang terbaik dari para juara 1 di semua kelas yang ada.. Alhamdulilah. Prestasi terus saya gapai sampai saya menjelang EBTANAS Kelas 3 SMA, dimana pertandingan terakhir saya (PRA PON) satu minggu sebelum EBTANAS dan beberapa bulan sebelum UMPTN masuk perguruan tinggi. Saat itu saya sudah tidak fokus karena menjadi atlet bukanlah pilihan hidup saya, namun melanjutkan studi ke perguruan tinggi yang lebih tinggi …itulah tujuan saya!

Impian KEDUA : MASUK ITB!

Menjadi Juara Nasional adalah cita-cita saya, namun menjadi atlit adalah bukanlah tujuan hidup saya. Saya hanya ingin membuktikan dalam hidup, bahwa saya bisa mengubah nasib saya. Dan Alhamdulillah, akhirnya anak2 saya sekarang tahu bahwa bapaknya dulu adalah seorang JUARA NASIONAL yang tidak terkalahkan dalam banyak pertandingan… karena beberapa piala, piagam dan medali bergantungan disalah satu ruang rumah saya. Saya tidak berniat menjadikan anak2 saya sebagai atlet, namun saya hanya ingin menularkan semangat bahwa impian bisa tercapai asalkan prosesnya benar (“Good result come from good process”)

Selama saya menjadi atlet, saya sering datang terlambat waktu sekolah… karena setiap pagi jam 4.30 sampai jam 6 pagi saya selalu berlatih setiap hari, dan bahkan dalam seminggu saya bisa 2-3 berlatih saat malam hari. Selama saya sekolah di SMA, jujur saja saya adalah orang yang biasa-biasa saja. Namun pada saat kelas 3 SMA, saya punya cita2 lain yang ingin saya gapai, yaitu : MASUK ITB! Semua anak SMA se Indonesia tahu, bahwa ITB adalah perguruan tinggi paling favorit, dan tentu saja tidak mudah untuk masuk ke ITB.

Saya punya filsafat bela diri yang selalu saya pegang teguh sampai sekarang : “KENALILAH DIRIMU, MEDAN PERANG DAN LAWAN…MAKA KAMU AKAN SELALU MENANG”. Saya tahu kekurangan saya, dan saya tahu kelebihan saya. Saya tahu bahwa saya tidak sepandai teman2 yang juara kelas, apalagi yang masuk ranking 10 besar. Namun saya punya cita2 seperti mereka yang pandai-pandai itu : MASUK ITB! Kembali terbersit dalam pikiran : Bisakah saya masuk? ITB adalah tempat orang2 pandai dan jenius, sedangkan saya hanyalah salah satu titik di tengah ribuan titik lain yang jauh lebih berpeluang daripada saya. Saya teringat bahwa Tuhan itu Maha Adil, dan tidak ada satu ayatpun yang menyebutkan bahwa ITB itu hanya untuk orang2 yang ranking di sekolahnya! Ini membuat saya berpikir positif : Berarti semua orang punya kesempatan masuk ITB. Dan saya juga memotivasi diri dengan mengatakan : pasti ada peluang bagi orang yang tidak pandai seperti saya, yang TERSELIP masuk ke ITB! Nah berbekal semangat, keyakinan untuk mengubah nasib dan juga karena sudah punya pengalaman mengubah nasib menjadi JUARA NASIONAL, maka akhirnya saya memutuskan pergi ke bandung, satu bulan sebelum UMPTN untuk menyiapkan diri.

Selama di Bandung, saya bisa melihat betapa IQ saya tidak sepandai teman2 yang juga ikutan melakukan persiapan di Bandung. Saya berkumpul dengan beberapa teman dari daerah lain dengan cara numpang nginap di salah satu kost2an senior kami. Teman2 yang pandai tersebut belajarnya cukup beberapa jam saja sudah ngerti, sedangkan saya perlu beberapa kali baca buku agar bisa mengerti. Teman2 yang pandai, setiap sore sudah jalan2… sedangkan saya harus tidur sampai Jam 12 malam! Saya hanya yakin, bahwa : 1) Barang siapa bersunggguh2 Pasti berhasil! 2) Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu bangsa, kalau bangsa tsb tdk berusaha mengubahnya 3).dan Tuhan aka nmengangkat derajat orang yang berilmu dan beriman. Inilah yang menyebakan saya NGOTOT untuk berusaha dan berdo’a semaksimal mungkin, karena Tuhan sudah menjanjikan : BARANGSIAPA BERSUNGGUH-SUNGGUH PASTI BERHASIL!!!

Alhamdulillah, pada saat hari pengumuman penerimaan… saya melihat nama saya tercantum dengan jelas : Emirzal Andis, Jurusan Teknik Penerbangan… Alhamdulillah!! Saya bisa mengubah nasib saya untuk yang ke dua kalinya. Saya langsung bersujud syukur, berterima kasih bahwa Tuhan memberi kepercayaan ke saya..bahwa saya terpilih masuk ITB!.. Berita ini segera tersebar, dan gemparlah SMA saya. Karena saya masuk ITB apalagi teknik Penerbangan yang muridnya waktu itu hanya 30 orang dalam satu angkatan. Kemudian banyak rumor dan gosip yang menjelekkan saya, wah andis masuk karena ini dan itu.. Tapi saya diam saja, sebab orang2 tsb tidak tahu betapa kerasnya USAHA dan DO’A saya, melebihi USAHA dan DO’A orang2 yang oleh Tuhan di anugerahi kepandaian yang lebih tinggi dari saya.

Teknik Penerbangan ITB

Memang saya memiliki daya ketertarikan di dunia teknologi, terutama di bidang Aeronautika. Namun ada beberapa hal lain yang memotivasi saya untuk belajar ilmu dalam teknik penerbangan : 1). Saya hanya ingin tahu apakah UFO itu benar2 berteknologi buatan manusia atau tidak, 2) Saya punya cita2 untuk bikin mobil yang bisa terbang saat jalan macet.

Tahun2 pertama saya lalui biasa2, saja.. hingga akhirnya memasuki tahun ke-2 mulailah saya belajar ilmu2 teknik penerbangan yang sangat menarik (namun rumusnya banyak banget sehingga capek juga….hehe… ternyata jauh lebih mudah di dunia Sales..hehe). Pertama kali saya mulai belajar, saya hanya ingin tahu bagaimana prosesnya kok bisa bikin pesawat terbang.. ternyata semuanya itu terjadi setelau melalui proses analisa melalui grafik2 angka yang terpampang dengan gagahnya disetiap mata kuliah..hehe.

UFO & Flying Car

Pada saat beberapa semester, suatu ketika saya sempat berdiskusi dengan pak Wayan Tjatra..pak, UFO itu ada gak ya? Namun saya lupa jawaban beliau, sehingga membuat saya terus mencari jawaban dari teknologi aeronautika. Setelah beberapa semester akhirnya saya sangat yakin se yakin2nya, bahwa kalaupun UFO itu ada.. pastilah bukan buatan manusia! Sebab dari sisi aerodinamika, struktur, sistem, propulsi, dsb… sangat berbeda dan bahkan beberapa bertolak belakang dengan ilmu aeronautika buatan manusia.

Bikin mobil terbang, itu adalah impian saya semenjak kecil. Konsepnya adalah : mobil akan naik secara vertikal pada jalan2 yang macet, maupun dapat digunakan juga untuk jalan pintas lewat sawah2, sungai, ladang bahkan laut. Kebetulan waktu kecil saya sering mandi di sungai yang jauh dari sungai, melewati sawah-sawah dan ladang-ladang, mandi di pemandian umum yang harus lewat rel kereta dan sungai… saat itu saya berpikir, wah alangkah asyiknya kalau punya mobil yg bisa terbang sehingga bebas tanpa hambatan! Selama saya belajar di teknik penerbangan, keingin tahuan tentag flying car inilah yg mendorong saya untuk mencoba belajar semaksimal mungkin…meskipun ternyata lulusnya lama juga ya,….hehe. Sampai sekarang pun saya masih berharap suatu saat bisa mewujudkan impian ini, yang saya yakin secara bisnis pasti punya pangsa pasar yang sangat bagus! Nah, kalau bapak2 alumni mau bikin flying car, ayo….Biar nanti saya aja yang jualin..hehe

Kehidupan sebagai Mahasiswa

Selama saya menjalankan kehidupan sebagai mahasiswa, saya merasa menjalankan seperti umumnya mahasiswa saat itu… datang ke kampus, nongkrong sambil nungguin mata kuliah dimulai, lalu kuliah, kemdian kerjakan tugas… dan setiap sabtu minggu rutin bermain basket atau sepakbola dengan teman2 seangkatan.

Selama saya menjadi mahasiswa, pastinya banyak hal yang “menarik” untuk dipelajari baik yang sifatnya formal maupun informal. Secara formal saya mengenal ITB umumnya dan Teknik Penerbangan khususnya sebagai jurusan yang eksklusif dengan mata kuliah2 yang sangat spesifik, namun ternyata “ingredient” ini membuat kita memiliki cara sudut pandang yang lain dalam kehidupan di dunia pekerjaan, dimana kita bisa melihat segala sesuatu dari sumbu x, y, z… dsb…

Secara formal, yah saya sempat juga ikutan rajin jadi pengurus KMJB (Keluarga Mahasiswa Jember di Bandung)… bahkan lebih rajin dibanding ikutan HM – PN ..hehe.

Beberapa tahun saya lalui sebagai mahasiswa ITB (dengan segala suka dukanya…), hingga sampai masa mengerjakan ujian akhir. Dengan segala permasalahan hidup yang ada pada saat itu, saya mencoba memfokuskan diri untuk mengerjakan tugas sebaik mungkin…. hingga akhirnya saya bisa lulus dengan IP, yang……yahhh yang dicukup cukup kan laaahh…hehe

Seusai lulus, sebenarnya saya tertarik untuk melanjutkan di dunia penerbangan seperti IPTN maupun airline.. namun ketertarikan saya untuk bekerja diluar bidang tsb membuat saya hijrah ke Jakarta untuk mencari bidang pekerjaan yang menurut saya bisa saya jalani : Sales & marketing. Disamping itu saya punya rencana untuk melanjutkan S2 di MM UI

Quadran Lain : Dunia Sales Marketing

Pindah Quadran? Menurut saya bukan begitu, tapi apa yang saya lakukan sejauh ini adalah sesuai dengan rencana hidup saya. Ini yang saya sebut “positioning dalam hidup”. Positioning yang didalam dunia marketing biasa disebut falsafah dasar marketing : price, place, positioning, promotion (disebut falsafah 4P). Dalam dunia beladiri pencak silat, ini yang disebut posisi kuda2, yakni suatu posisi untuk melakukan serangan dan bertahan. Dalam dunia teknik penerbangan mungkin disebut “optimasi” agar tujuan tercapai.

Keputusan saya keluar dari Quadran teknik bukanlah suatu rencana kebetulan, namun memang masuk dalam rencana big picture di dalam hidup saya, dimana saya masuk ke dunia sales dan marketing yang notabene dunia baru namun saya memiliki background teknikal : inilah yang disebut positioning (secara pribadi saya bisa mengelola psikologi saya, dan digabungkan dengan cara berpikir saya yang teknikal / sistematis… klop dah! )

Inilah yang disebut memahami diri sendiri, medan perang dan lawan adalah kunci sukses dalam peperangan. Saya memasuki dunia sales & marketing dengan berbekal teknikal background, yang saya tahu bahwa di dunia sales berbeda dibandingkan bidang teknik. Sangatlah jarang orang sales n marketing yang ber background teknikal, inilah yang disebut “positioning”.

Dunia teknikal sangatlah berbeda dengan dunia teknik. Kalau di teknik 1+1=2, tapi di dunia sales 1+1 bisa sama dengan 3, sebab variabel manusialah yang menyebabkan seperti itu. Kalau di teknik kita sangat berurusan dengan rumus2 matematika, fisika, dsb. Sedangkan di sales kita berurusan dengan manusia, yang rumusannya tidak bisa 1+1=2… sebab faktor psikologis sangat memainkan peranan penting dan psikologis ini menjadi suatu variabel yang tak terukur, selalu berubah. Sejauh yang saya tahu bahwa dunia sales sangat berhubungan dengan people, yakni faktor psikologis. .. yaitu faktor yang Insya Allah sudah saya kuasai, dan yang sudah menghantarkan saya menjadi Juara Nasional dan masuk ITB.

Selama saya bekerja di dunia sales n marketing, visi saya adalah ” men sistematiskan sesuatu yang tidak sistematis”, artinya adalah mensistematiskan habit orang sales yang dinamis menjadi sistematis dan dapat lebih terkontrol dan terukur lebih baik.. nah disinilah cara berpikir teknikal background yang memainkan peranan penting. Oleh karena itulah sepanjang karir, sebagian besar saya handling hal2 yang berhubungan dengan development.. baik development people maupun development process / tools, baik itu pada saat mengandle team di lapangan / regional team maupun pada saat saya menghandle posisi back office / strategic.

Development phases adalah sangat penting dibidang pekerjaan apapun. Demikian juga dalam dunia sales yang banyak berhubungan dengan manusia., namun tidak cukup hanya mendevelop peoplenya… namun process / tools sbb harus digarap bersamaan. Jika tidak maka akan terjadi ketidak sinkronan antara people dan tools tersebut. Inilah yang disebut positioning saya, bahwa saya bis amendevelop kedua hal tsb secara bersamaan : People dan Process.. dan inilah yang disebut understanding the big picture of whole process..

Pengalaman bekerja, pertama kali saya lalui di Jakarta dengan bergabung pd beberapa perusahaan sbg “freelancer”. Hal itu saya lakukan karena saya sadar bahwa saya tidak punya background sales / marketing sehingga cukup menyulitkan untuk langsung bergabung di perusahaan yang besar dan ternama.

Bekerja di Jakarta selama 2.5 tahun merupakan penempaan bagi saya untuk menjalani hidup sebagai :anak “ingusan” di dunia pekerjaan. Saya sudah merasakan naik turun kereta yang oenuh sesak dengan orang maupun keringat, saya sudah merasakan naik bus kota yang sopirnya hanya tahu spion kiri saja, saya sudah merasakan tinggal di kontrakan yang sempit dan bertikus, saya sudah merasakan beberapa kali pindah kontrakan hingga terakhir saya tinggal di daerah tebet belakang gedung Sudirman. Disinipun saya sudah merasakan bagaimana rasanya pada saat hujan air langsung bocor lewat kamar mandi dan terus menggenangi seluruh lantai rumah saya. Dan saya sangat merasakan dalam sehari, saya lauk pauknya cukup nasi dengan krupuk dan gorengan yang saya beli dari sisa uang saya.. Namun saya jalani semua ini dengan berusaha dan berdo’a semaksimal mungkin, karena saya tahu bahwa dibalik kesulitan itu ada kemudahan., karena saya sudah membuktikan dalam hidup bahwa dibalik gunung yang tinggi itu ada jalan yang turun. dan saya sudah membuktikan dalam hidup bahwa saya bisa menjalani kesulitan pada saat dulu sebagai atlet dan pada saat saya melanjutkan studi di Bandung.

Setelah 2.5 tahun saya bekerja di Jakarta, kemudian saya pindah ke Surabaya untuk melanjutkan sekolah S2 di ITS dan bekerja di Surabaya. Di Surabaya saya bekerja sebagai Marketing Manager di salah satu distributor hardware computer, hingga akhirnya saya diterima di Nestle pada tahun 2002, dan terpaksa saya harus meninggalkan sekolah S2 saya di MMT ITS dan pindah ke Denpasar karena saya ditempatkan di daerah tsb.

IMPIAN KETIGA : Perusahaan Multinasional & Bikin Prestasi

PT. Nestle Indonesia (2002 – 2006)

Bekerja di perusahaan Multinasional adalah cita2 saya, dan Alhamdulillah saya sudah mulai merealisasikan cita2 saya tersebut, dimulai dari perusahaan Nestle Indonesia. Saya rasa semua orang pasti sudah banyak yang tahu produk-produk nestle seperti : Dancow, Milo, Nescafe, permen FOX, coklat KITKAT, makanan anjing Whiskas, dsb

Area yang saya tangani adalah Bali, NTT, NTB. Saya datang ke Bali persis seminggu sebelum Bob Bali I pada tahun 2002. Sebelum bom, saya sudah melihat betapa ramainya jalan Legian, Kuta, Seminyak dan banyak jalan- jalan lain di kota Denpasar oleh para Turis. Hotel saya saat itu di Legian Paradiso, sekitar 300 meter dari tempat dimana kedua Bar yang di bom tersebut berada.

Sampai akhirnya Bom Bali pertama meledak, saya masih tidak percaya bahwa kedatangan saya ternyata disambut dengan bom Bali pertama, yang artinya bahwa bisnis akan sulit berkembang karena hampir 90% bisnis di Bali diputar oleh pariwisata tersebut. Dan Kenyataan pertama kali yang saya lihat adalah perginya turis2 aisng dalam waktu sekejap, dan dalam hitungan hari saja jalan2 di Legian, Kuta, Sanur, Denpasar menjadi sepi tanpa adanya Turis2 tersebut.

Kemudian saya berpikir, kenapa Tuhan menaruh saya di Bali?

Akhirnya saya berpikir positif saja dan memotivasi diri, bahwa kalau saya berhasil melakukan jualan di daerah yang tidak ada masalah.. maka prestasi saya tersebut adalah biasa saja. Namun jika saya bisa berhasil di suatu daerah yang secara teori tidak mungkin, maka saya adalah luar biasa!

Strategi pertama yang saya lakukan adalah : “memahami diri sendiri, medan perang dan lawan adalah kunci sukses untuk memenangkan 100% peperangan!” . Ini adalah filisofi yang terus saya lakukan selama ini, dimulai dari prestasi saya menjadi Juara Nasionlan Pencak Silat, masuk ITB… dan sekarang saya akan membuktikan bahwa saya juga BISA BERHASIL di bidang penjualan!

Saya mengkombinasikan beberapa hal : market visit vs database analysis, people dan proses development… maka dengan melakukan hal2 tersebut akhirnya saya bisa mengetahui SWOT nya dan mulai melakukan banyak strategi development : Territory, Distributor, Channel, retail dan tentu saja team Salesnya itu sendiri.

Alhamdulillah meskipun penjualan perusahaan2 lain tidak mencapai 100% (bahkan banyak yang hanya mencapai target 70%), namun dengan strategi tersebut maka pada tahun 2004 penjualan saya masuk ranking 2 nasional! Dan karena prestasi itulah akhirnya saya ditarik ke Jakrta untuk mengisi posisi yang baru dibuat : DMS (Distributor management System)., karena management melihat kok bisa di dareah yang kena bom tapi penjualannya bisa mengalahkan dareah lain.

Posisi DMS ini adalah merupakan bagian dari Department Sales, tepatnya Sales Development yang bertanggung jawab untuk mendevelop People dan Tools / Sales Process. Dan dengan memangku jabatan ini saya punya kesempatan beberapa kali dikirim keluar negeri untuk mengikuti training di India, Malaysia, Singapore dan Thailand.

DMS adalah suatu project software yang mengintegrasikan market dengan back office. Dengan project ini maka top management bisa mengetahui market secara lebih cepat dan akurat sehingga pengambilan keputusan bisa lebih baik. Kebetulan saya punya pengalaman di lapangan dan juga paham tentang software (Inilah yang disebut positioning dalam hidup J : mengkombinasikan people and process) .

Namun pada awal tahun 2006, saya memutuskan pindah perusahaan untuk mendapatkan yang lebih baik dan bertempat tinggal di Jakarta, dan perusahaan baru tersebut adalah PT. PZ Cussons Indonesia

PT. PZ Cussons Indonesia (2006)

Perusahaan ini adalah multinasional juga. Saya bertugas sebagai Regional Sales Manager Jawa Barat, dengan kantornya di Bandung. Saat itu saya memiliki team 4 Area Sales Manager, 40an salesman, 20 an SPG, 4 Depo, dan staff bbrp admin. Saat itu saya ditempatkan di Region Jawa Barat karena di daerah tersebut terjadi banyak masalah, dan saya diberi tugas untuk menuntaskan masalah2 tersebut satu persatu. Alhamdulillah meskipun saya tidak lama bekerja di perusahaan ini (Karena saat itu Istri akan melahirkan dan tidak mau di Bandung), sehingga saya hanya bertahan sekitar 3 bulan saja. Dan saya bersyukur karena saya mendapatkan kesempatan baru untuk kembali di Jakarta dan bekerja di perusahana saya sekarang : PT. Hutchison CP Telecommunications.

PT. Hutchison CP Telecommunications (2006 – sekarang)

Pada saat itu sangat sedikit orang FMCG yang paham mengenai telekomunikasi, apalagi perusahaan Hutchison ini. Namun saat itu pengambilan keputusan saya didasarkan pada 3 hal : Kecerdasar Emosi, Intelligensia dan terakhir adalah kecerdasan Spiritual. Bagi saya, kecerdasan spiritual adalah yang tepenting karena IQ dan EQ punya batasan, dimana IQ dan EQ adalah sifatnya fix sedangkan SQ adalah sangat luas dan tidak terbatas.

Sales Training dan Development

Saya memutuskan menerima posisi ini karena saya paham bahwa Hutchison sebagai perusahana baru harus memulai start bisnisnya dengan cara mendevelop orang Salesnya! Dan saya sangat paham bahwa keberhasilan bisnis bukan hanya ditentukan oleh factor produk saja, melainkan adalah melalui factor People dan processya!

Saya bertugas menyamakan visi misi orang2 Sales, baik itu karyawan Hutchison maupun karyawan third party / partner seperti distributor, agency, dsb. Karena itulah saya membuat sendiri modul2 training yang sifatnya HARD SKILL dan SOFT SKILL. Hard skill adalah berhubungdan dengan pengetahuan teknis dan operasiona,l seperti ilmu : Territory management, Distributor Management, Channel dan Retail Management. SOFT SKILL adalah ilmu yang berhubungan dengan kecerdasan emosi, seperti selling skill, negosiasi skill, leadership, dsb.

Disetiap pembukaan branch baru, maka saya bertugas untuk mentraining mereka.. sehingga saya sudah keliling Indonesia secara gratis…hehe.

Hutchison dengan produk tri nya sukses dan sekarang menjadi salah satu market yang tercepat pertumbuhan bisnisnya, dibandungkan grup Hutchison di negara lain.

Dan Alhamdulillah, pada akhir tahun 2007.. strategi yang kami jalankan mendapat pengakuan dari suatu badan survey : bahwa tingkat distribusi Hutchison nomor 2 seteleh telkomsel! (Bandingkan dengan Telkomsel yang butuh belasan tahun untuk mencapainya, sedangkan kam launching pada Maret 2007). Pencapaian ini tidak membuat kami terbang ke langit, namun justru semakin membuat kami harus lebih bisa mengkontrol bisnis dengan lebih baik.

Prestasi ini berlanjut, dimana pada sekitar awal tahun 2008 kami kedatangan tamu dari Hutchison Vietnam. Mereka datang ke Indonesia untuk belajar mengenai territory Management, Distributor Management dan Channel – Retail Management, dan kebetulan karena saya yang membuat modul training dan strategi operasionalnya maka saya bertugas untuk mentraining dan meng coaching mereka. Sampai akhirnya mereka menawari saya untuk ke Vietnam…. hehe

Customer Development ()

Setelah sekitar 1.5 tahun menjalankan tugas sebagai Sales Training Development, saya diberi tugas baru sebagai Customer Development untuk region Jabodetabek. Saya bertugas untuk mendevelop customer dengan memberikan program2 khusus yang sesuai dengan keinginan mereka. Dan Alhamdulillah dalam waktu beberapa bulan, kami bisa meningkatkan jumlah Top Customer dari 100 menjadi 1000, dari 3000 aktivasi perhari menjadi 9000 perhari. Dengan pertumbuhan bisnis sepertiini akhirnya Region Jabodetabek terpilih sebagai The Best Region 2008!

Channel Development ()

Setelah Customer Development, maka sekarang saya menjabat sebagai Channel Development. Saya bertugas untuk : mendevelop people, process, distributor, territory, channel dan retail, serta menghandle beberapa project software yang melibatkan software, Global Positioning System (GPS), Geographycal Information System (GIS) dan Sticker. Project ini mengintegrasikan sales, networking, marketing, dsb sehingga big picture suatu bisnis bisa diketahui dengan baik.

IMPIAN KE EMPAT : The Best Marketer!

Alhamdulillah , sampai akhirnya pada bulan Desember 2009 saya terpilih sebagai TOP 25 MERKETER OF THE YEAR 2009, Versi Majalah SWA. Saya memang berlangganan majalah SWA, dan beberapa tahun lalu saya memang punya cita-cita : bahwa suatu saat saya bisa masuk majalah SWA! Majalah SWA memang secara teratur setiap tahunnya melakukan survey dilapangan sehubungan siapa saja yang akan dipilih sebagai The Best company, CEO dan Manager

IMPIAN KE LIMA dan seterusnya : “LET EACH DAY BE YOUR MASTERPICEs”

Dalam beberapa tahun ke depan saya tetap ingin membuat prestasi dalam hidup saya. Saya teringat kata2 mutiara di salah satu tangga ruangan jurusan Teknik Penerbangan : “LET EACH DAY BE YOUR MASTERPIECE”..Kata2 ini saya pegang sampai sekarang dan saya gunakan untuk membuat prestasi2 bariu dsi setiap harinya…

Demikian pengalaman hidup saya rekan2, semoga ada hal2 yang baik bisa menginspirasi rekan2 sekalian, namun jika ada hal2 yang terkesan negative dalam kalimat2 penulisan saya,.. saya mohon maaf sekai karena saya tidak berniat untuk melakukannya..

Pesan aja buat rekan2 : Kalau ada rekan2 yang berkeinginan untuk bekerjasama, entah itu secara formal maupun informal (bikin perusahaan kali..hehe).. monggo silahkan kontak2 an aja ya… siapa tahu pengalaman dari masing2 kita jika dipadukan bersama akan membuahkan hal yang lebih baik lagi.. Namun kalau butuh orang yang bisa jualan… jangan salah pilih, pilih saya saja ya! Hehe.. Apalagi akan sangat senang sekali kalau saya bisa kembali di dunia aeronautika maupun mungkin airline…! Bagi saya, semua produk itu bisa dijual! Asal tahu caranya J

Note : Profile sy juga bisa dilihat di http://www.linkedin.com, silahkan teman2 untuk bergabung .ya…. Dan ditunggu feedback dari rekan2 sekalian.; Wassalam (087877147260, 08999333320. email : ezatech74@yahoo.co.id)

Kategori:1990 - 1999
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: